Filed under: Uncategorized
Nama : Raihatul Jannah
NIM : A1A107011
Mata kuliah : Pengantar Antropologi
TUGAS PENGANTAR ANTROPOLOGI
SOAL :
- Bagaimana memindahkan personality dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan dan naluri dalam tindakan manusia?
- Jelaskan dan mantapkan dengan contoh konkret, bagaimana tiga wujud kebudayaan berpindah pada kebudayaan suatu masyarakat!
- Bagaimana kita memaknai konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi dalam memahami masyarakat Banjar?
- Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah Negara dengan sumber daya alam melimpah ruah, tetapi bagaimana kita memahami dalam pandang kaji kebudayaan, kenapa kekayaan sumber daya alam tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai?
- Ditinjau dari kajian teori kebudayaan, apa penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan, dan atau, penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan?
JAWABAN :
- Memindahkan personality (kepribadian) dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan, dan naluri dalam tindakan manusia. Kepribadian adalah cerminan dari kebiasaan suatu masyarakat yang erat kaitannya dengan adapt istiadat (budaya). Pengetahuan ditimbulkan oleh rasa ingin tahu yang dimiliki manusia akan kondisi yang ada disekitarnya sehingga dia bias mengatasi kondisi tersebut demi keberlangsungan hidupnya . Perasaan yang dimiliki oleh manusia itu yang dipengaruhi oleh pengetahuannya akan terbentuk dalam suatu bentuk nilai yaitu positif dan negatif. Naluri adalah sesuatu keinginan atau dorongan yang memang sejak dilahirkan kedunia sudah dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Personality apabila dibangun di atas pilar pengetahuan yang pernah diterimanya maka manusia itu dalam bertindak tidak terlepas dari perasAaan dan naluri, sehingga orang tersebut dalam bertindak berusaha semaksimal mungkin untuk berperilaku positif. Dan berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang negatif.
- Tiga wujud kebudayaan terpindah pada kebudayaan suatu masyarakat, wujud yang pertama adalah wujud ideal dari kebudayaan siatnya abstrak,tidak dapat diraba atau difoto. Lokasinya ada di dalam kepala atau dengan kata lain,dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan itu hidup. Wujud kedua dari kebudayaan yang disebut sistem sosial, mengenai tindakan berpola dari manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lainnya. Wujud ketiga dari kebudayaan disebut kebudayaan fisik yaitu brupa seluruh total dari hasil fisik dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat maka sifatnya paling konkret, dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba ,dilihat dan difoto. Contoh konkretnya : seseorang ingin membuat kue, dengan ide untuk membuat kue maka seseorang tersebut berusaha dengan semaksimal mungkin membuat kue yang rasanya enak, dengan usaha itu maka jadilah sebuah atau beberapa kue yang enak.
- Memaknai konsep migrasi, akulturasi dan asimilasi dalam memahami masyarakat Banjar, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah kedaerah lain. Akulturasi adalah proses perubahan dimana terjadi penyatuan dua kebudayaan yang berbeda. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Masyarakat Banjar adalah masyarakat yang sebagian kebudayaannya sudah berubah akibat adanya migrasi penduduk Jawa atau lainnya ke daerah Banjar kemudian adanya akulturasi kebudayaan antara kebudayaan Jawa dengan kebudayaan Banjar dan pada selanjutnya asimilasi dengan tercampurnya kebudayaan Jawa dengan kebudayaan Banjar maka hilanglah kebudayaan asli keduanya sehingga membentuk kebudayaan baru.
- Indonesia adalah negara dengan Sumber Daya Alam melimpah ruah, tetapi kekayaan Sumber Daya Alam tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai, dipandang dari kaji kebudayaan, Indonesia terkenal akan negara yang konsumtif karena Sumber Daya Manusia nya kurang berkualitas. Sumber Daya Alam banyak dikeruk oleh orang luar negeri. Jadi hasil dari Sumber Daya Alam yang sudah ada banyak diambil oleh orang asing sedangkan Negara Indonesia hanya sedikit mendapatkan keuntungan dari Sumber Daya Alam tersebut. Indonesia menanggung dampak negatifnya yaitu rusaknya lingkungan sehingga menyebabkan bencana alam yang menimpa.
- Di tinjau dari kajian kebudayaan , penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan dan atau penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaruan pendidikan itu disebabkan kurangnya kesadaran dan kreativitas guru untuk menemukan sesuatu yang bias bermanfaat bagi dunia pendidikan dan upaya peningkatan mutu suatu pendidikan dan kurangnya keahlian dan penghargaan pemerintah terhadap guru sehingga guru kurang terangsang untuk kreatif menciptakan suatu penemuan-penemuan baru untuk pembaruan pendidikan.
Filed under: Uncategorized
aaaaaMenurut Olsen (1968:2) organisasi sosial adalah proses yang membawa ketertiban dan penuh makna dalam kehidupan sosial manusia. Apabila konsep organisasi sosial dipahami menurut tata pikir Olsen sebagai kata benda maka organisasi sosial berarti cara membagi para anggota masyarakat ke dalam kelompok-kelompok beserta tata cara yang mereka ciptakan.
aaaaaMasa prasejarah yang meliputi masa berburu, mengumpulkan makanan dan masa perundagian. pada masa berburu dan menngumpulkjan makanan tingkat sederhana maupun tingkat lanjut, walaupun telah telah hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang merupakan keluarga batih, rupa-rupanya mereka belum mengenal pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan, kecuali tugas menyusui dan mengasuh anak yang secara naluri akan dikerjakan oleh kaum ibu.
aaaaaPada masa bercocoktanam yang diawali dengan sistem ladang berpindah seperti yang dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan, telah muncul kelompok-kelompok kerja seperti kaum laki-laki menebang pohon dan membakar hutan untuk mempersiapkan lahan, sedangkan kaum wanita mempersiapkan konsumsi dan perlengkapan upacara ritual yang maksudnya mohon izin kepada makhluk gaib penjaga tanah. Organisasi sosial terlihat lebih kompleks lagi pada masa perundagian, organisasi yang muncul pada masa itu adanya “perangkat desa”.
A. Nan sarunai dan Tanjung puri
aaaaaKerajaan Nan Sarunai dan Tanjung Puri dapat dikategorikan sebagai negara primitif dengan model pemerintahan merembes dan informasinya sangat sulit (dapat dikatakan tidak ada). Menurut hemat Malinowski dalam negara primitif hubungan fundesionalnya diciptakan melalui kekerabatan, keanggotaan dan kelompok berdasarkan usia.
aaaaaOtoritas dalam Nan Sarunai dan Tanjung Puri berpijak pada patriarkalisme yang pengawasannya berada dalam suatu satuan kekerbatan yang dipegang olekh sesorang individu tertentu yang memiliki otoritas warisan (Jhonson, 1986,228). Dalam kerajaan Nan Sarunai dan Tanjung Puri karena otoritasnya patriarkalisme maka tidak ditemukan staf administrasi, sehingga tidak dibahas struktur birokrasinya.
B. Negara Dipa dan Negara Daha
1. Struktur Birokrasi
aaaaaNegara Dipa dan Negara Daha sudah mengenal pemerintahan negara dengan sistem otoritas patrimonial. Model staf administratif patrimonial oleh Castles (1983:15) disebut Birokrasi Patrimonial yang ditandai oleh kedudukan serta tata laku seluruh birokrasi biasanya bertopang pada pola hubungan yang bersifat personal dan menitik beratkan pada hubungan keluarga. Dalam struktur politik pemerintahan kerajaan tradisional, raja adalah titik penumpukan pusat kekuasaan. Dalam puncak hirarki raja memiliki kekuasaan besar .
aaaaaNegara menurut hemat Moertono adalah pranata sosial tempatorang bersama berupaya mencapai tujuan tertentu, makadiperlukan sejumlah aparat untuk mengatur dan mengkoordinasinya. Aparat yang di maksud adalah raja dan para pejabat pemerintah yang berperan sebagai penghubung antara raja dengan rakyat. Para pejabat ini anggotanya adalah kerabat dan merupakan kepanjangan tangan dari raja yang biasanya disebut model birokrasi patrimonial.
C. Kerajaan Banjar
1. Struktur Birokrasi
aaaaaDalam zaman baru ini , sistem pemerintahannya secara ideologis berubah, sedangkan secar struktural mengalami penambahan, misalnya gelar maharaja pada Negara Dipa dan Daha adalah maharaja, sedangkan pada masa kerajaan Banjar adalah Sultan. Jabatan sultan diwarisi secara turun temurun serupa dengan yang berlaku pada maharaja.
aaaaaDalam adat Sultan-sultan Banjar disebut tentang adanya suatu kelebihan yang dimiliki oleh sulta-sultan Banjar yaitu Tuah. Struktur birokrasi pada masa kerajaan Banjar pad dasarnya meneruskan Negara Dipa dan Daha akan tetapi ada penambahan. Penambahan ini berlaku pada masa pemerintahan Sultan Adam Al Wasik Billah 1825-1857.
Sumber rujukan:
Ideham,dkk. 2007. Urang Banjar dan Kebudayaannya. Banjarmasin: Kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Propinsi Kalimatan Selatan dan Pustaka Banua.
Filed under: Uncategorized
tuk yang pnya ide bwt m’isi rumah yg bru ni,,,mohon ksediaannya utk kreatif,,,hehheh
jgn lupa kunjungi yc….
Filed under: Uncategorized
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


